Tim Penyusunan Kebijakan SATU Akses Jurnal Nasional
Juneman Abraham (BINUS) dan Dasapta Erwin Irawan (ITB) menjadi tim penyusun kajian kebijakan Program Indonesia Akses Tunggal (SATU) Jurnal.
Akses terhadap literatur ilmiah yang berkualitas merupakan fondasi esensial untuk memajukan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi nasional. Namun, lanskap pendidikan tinggi di Indonesia, yang sangat beragam dengan institusi negeri dan swasta dengan status keuangan yang berbeda-beda (PTN Badan Hukum, PTN Badan Layanan Umum, PTN Satuan Kerja, dan Perguruan Tinggi Swasta), menghadapi tantangan signifikan dalam menyediakan akses yang merata dan berkelanjutan terhadap jurnal ilmiah internasional. Kendala pendanaan yang fluktuasi, disparitas akses regional, dan tingginya biaya langganan jurnal menjadi hambatan utama yang membatasi daya saing global komunitas akademik Indonesia.
Kajian ini merupakan analisis komprehensif terhadap berbagai model akses sumber daya ilmiah global, termasuk inisiatif One Nation One Subscription (ONOS) di India, ANKOS di Turki, serta Model Hibrida yang diterapkan oleh negara-negara Nordik. Tujuannya adalah merumuskan kerangka kerja yang paling tepat, berkelanjutan, dan adil untuk Sistem Akses Tunggal (SATU) Jurnal di Indonesia, guna memastikan ketersediaan literatur ilmiah nasional dan internasional bagi seluruh institusi pendidikan tinggi. Analisis mendalam menunjukkan bahwa Model Hibrida adalah pendekatan yang paling adaptif dan berkelanjutan untuk konteks Indonesia.
